Walaupun event taun lalu ini sudah lewat, tapi gak ada salahnya dijadikan posting-an pertama di blog keluarga ini. Sebagai trigger awal juga (sejujurnya karena ide bercerita dengan gaya narasi adalah yang termudah ^_^). Singkat cerita pun dimulai.
Silahturami plus reuni keluarga saat Idul Fitri 1429 H kemarin seru banget. Ima ketemu semua paman dan bibi, om dan tante, uu' dan uak'. Cuma sayangnya ima gak ketemu sama semua sepupu. Ima dan keluarga berangkat dari Tangerang sehabis sholat Ied di Masjid Ar-Royan deket rumah. Sampai ke Bandung tanpa kendala yang berarti (jalanan gak begitu ramai, karena prediksi kami sekeluarga bahwa kebanyakan yang mudik ke daerah Jawa Barat pada hari Raya kedua). Keluar dari tol langsung naik ke Garut dan mencari tempat penginapan di sana. Agak muter-muter dan tanya-tanya juga sih saat cari penginapan itu, karena udah ada tempat penginapan langganan kami di daerah Paseban. Sesampainya di hotel, hari sudah malam. Kami beres-beres dan beristirahat.
Keesokan harinya (2 Oct 2008), Mama, Ima, dan Lia pergi ke Makam Mami-Papi (panggilan Nenek-Kakek di keluarga kami) di Dano. Silahturahmi sama Apa' dan istrinya, Mih'Engkoi (ini bener gak ya nulisnya. Mih'Engkoi ini termasuk dalam keluarga kami lho', karena beliau adalah adik kandung Mami.
Kami ke makam ditemani Apa'. Setelah itu dengan menggunakan ojek, kami mampir ke rumah Mang'Acep dan Bi'Popon (yang ada warung itu). Mang'Acep juga adik Mami. Ngobrol-ngobrol dan berfoto-foto bentar, terus kami langsung menuju pasar Leles untuk berbelanja bahan makanan. Lho? Yup, walaupun tinggal di hotel, kami sekeluarga menyiapakan alat dan bahan untuk masak sendiri sodara-sodara!! Wakakak,, seru aBbis!!
Kembali ke hotel sudah menunggu keluarga Uu'Heru, lengkap, kap, kap =D . Ada Uu dan Tante Reni, Adjie, Dewi, Mukti, dan Tini. Siang hingga sore itu dihabiskan untuk mengganggu tetangga dengan menyebar asap dan keributan di sekitar kamar. Kok asap? Iyalah, kan tadi mau masak-masak. Oiya, ima dan lia juga sempat pergi ke rumah Kakek Nenek Adjie (di daerah apa ya, ima lupa). Hoho,, jadi semakin bertambah luaslah pengetahuan ima akan silsilah keluarga besar ini.
Pagi yang cerah di keesokan hari disibukkan dengan beres-beres barang dalam jumlah yang mencengangkan. Gimana enggak? Untuk kebutuhan nginep di hotel 3 hari 2 malem aja sudah mengosongkan isi bagasi mobil, kebayang untuk masukkinnya kembali? Barang-barang seperti radio combo, panci, wajan, pisau, dan rice cooker, mendapat tempat yang khusus. Tanpa ba bi bu, kami sekeluarga langsung meluncur ke Alun-Alun Leles, karena janjian dengan keluarga yang lain di Masjid Leles. Selepas sholat Jum'at, ketemuan dah kite. Ada Tante Noneng dan Om Jon, lengkap dengan trio Rissa, Agi, Tomi. Ada Tante Titin dan Om Engkos dengan duet Eva dan Elisa. Tidak lupa ada Uu'Opin dan Tria (sayangnya Yopi dan Dea gak ikut, mereka ada di Pasuruan). Bakso sebagai makan siang sudah tersimpan dengan baik dalam lambung semua anggota keluarga. Setelah sedikit foto-foto (bukannya dari awal udah foto-foto ya?) langsung tancap gas menuju rumah Uu'Adang di Rancaekek. Konvoi 3 mobil keluarga euy, seru banget kan!! Dan mobil papa selalu berada di garis belakang, maklum lah bukan medan (ya iyalah, ini kan Garut ;P). Setelah tersesat, telepon, bingung, telepon, we'are still on the right track! Sebelum Ashar, kami semua sudah temu kangen dengan Uu'Adang dan Wak, sayang gak ketemu Sani dan Farida, karena mereka ada di pesantren dan tempat sekolahnya gitu. Perjalanan di lanjutkan ke Cimahi.
Ternyata perjalanan tidak berhenti sampai Cimahi, setidaknya bagi para anak muda yang mulai beranjak dewasa. Malam-malam setelah sholat Isya, pergilah Ima, Lia, Risa, Agi, Tria, T'Puji, Eva dan Elisa ke Bandung. Itu jam 8 malam lho! Walah walah.. Rencananya sih makan dan nonton. Ternyata gak jadi nonton, gak ada filem yang mendidik. Akhirnya pergi ke McD untuk isi perut(Astaghfirullah, mudah-mudahan itu yang terakhir ima makan di McD) . Baru kali ini ima liat kehidupan malam di Kota Bandung dan cerita-cerita seputarnya (Astaghfirullah, lagi). Gak usah lah ya ima ceritain di sini.
Dikirain bakal pulang abis ini, tiba-tiba tercetus ide pergi ke Bukit Bintang (ups,,gak apapa ya dibuka, hehe). Petualangan pun berlanjut. Waaakh,, ini klimaks ini klimaks!! Maksud hati mau ke Bukit Bintang, rupanya dibelokkan ke jalan satu jalur itu, yang begitu gelap dan menanjak, kanan bukit-kiri jurang, entah berujung dimana, karena kita gak nyampe-nyampe. Dzikir selalu dilantunkan di mulut dan di hati. Setelah melalui ketegangan yang mencekam saraf dan memenuhi atmosfer mobil dengan ketakutan tersebarnya kabar kami yang mau wisata Bukit Bintang tapi berakhir di Subang akan muncul di headline Pikiran Rakyat besok paginya (mode lebai on). Percekcokan pun tak terelakkan, tensi satu siaga empat. Setir pun dibanting sedalam-dalamnnya. Kita pulang!
Sesampainya di Cimahi, rupanya hari telah berganti. Menghindari pertanyaan para orang tua yang perlu jawaban lebih detail, berbondong-bondong anak muda nekat ini naik ke atas, menuju peraduan. Huff,,melelahkan
Usai sarapan pagi, kami sekeluarga berkumpul lagi. Tenang aja, bukan untuk ngebahas petualangan dahsyat kemarin malam kok. Tapi untuk sesuatu yang jauh lebih bermanfaat. Sharing pengetahuan dan pengalaman. Brought to you by my dad. Bintang tamu hari itu adalah A'Iim. Benar-benar menjadi ajang yang berpotensi untuk berlatih diri, mendapat inspirasi dan motivasi. Menjelang siang, acara break dulu. Selepas zuhur, bingung cari-cari kegiatan, akhirnya ima mengumpulkan anggota keluarga yang tersisa, dan mulailah kami, membuat silsilah keluarga. Seru banged! Seperti petugas sensus aja. Kami mengumpulkan data mengenai nama lengkap dan tempat tanggal lahir (untuk sementara, prioritas itu dulu) dan mengambil gambar. Ruang keluarga saat itu heboh bener. Oya, U'Rahmat dan Bi'Ani datang ke Cimahi. U'Asep dan U'Entoch datang juga. Jadi lengkap deh.
Malam harinya, sesi 2 sharing pun dibuka. Kali ini lebih seru. Pokoknya saling memotivasi dah! Malam yang beranjak larut 22.00, beberapa anak sudah terlihat ngambang, beberapa bahkan sudah pergi ke alam mimpi. Forum pun dibubarkan.
The last day, October 5th, siap-siap untuk berangkat pulang. Sebelumnya usaha ima untuk menghubungi sahabat lama ima pun akhirnya berhasil. Setelah lebih dari 3 tahun gak pernah ketemu, di Cimahi ini, ima akhirnya bisa ketemu lagi sama Dita. Bahkan Ima sekeluarga main ke rumah nenek dita yang ada di Cimahi juga. Perjalanan pulang pun dimulai. Ima minta langsung di-oper di Depok biar bisa istirahat dan beres-beres, besok kuliah bow!!
Begitulah, 5 hari yang penuh silahturahmi, Alhamdulillah,,
Ulima Darmania Amanda
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment